Sabtu, 12 April 2014

Menurut IETF (Internet Engineering Task Force) VPN (Virtual Private Network) meruapakan suatu bentuk private internet yang melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet. hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual antara 2 node.

Berdasarkan pengertian lainnya, VPN didefinisikan sebagai teknologi jaringan yang digunakan untuk menggabungkan beberapa lan yang lokasinya dipisahkan secara geografis (berjauhan) menjado sebuah Lan Virtual (Sofana, Iwan, 2010).

bila dilihat dari  asal katanya, VPN disebut virtual karena pada dasarnya jaringan ini tidakada secara fisik, hanya berupa jaringan virtual saja. sedangkan private maksudnya, VPN merupakan jaringan private yang biasa digunakan oleh instansi atau kelompok tertentu untuk membuat jaringan seolah-olah mengakses jaringan lokalnya sendiri, namun menggunakan jaringan public, sehingga akses data hanya bisa dilakukan oleh anggota dari instansi atau kelompok tersebut.

Jenis-Jenis VPN.
VPN dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Remote Access VPN
    Remote Access VPN memungkinkan mobile atau home based user untuk mengakses ke server suatu organisasi dari jarak jauh.,
2. Site-to-Site VPN
    Site-to-Site VPN memungkinkan koneksi atara organisasi secara geografis (seperti kantor pusat dan kantor cabangnya)

VPN Tunneling Protocol
Tunneling merupakan enkapsulasi dari paket atau paket di dalam frames, seperti memasukkan suatu amplop ke dalam amplop lain. tunneling memegang peranan penting dalam penggunaan VPN, tetapi perlu diingan bahwa tunnels bukan merupakan VPN dan VPN bukan merupakan tunnels.
beberapa peran tersebut meliputi :
1. menyembunyikan alamat private, tunneling menyembunyikan paket private dan alamat tersebut di dalam paket alamat public, sehingga paket private dapat melewati jaringan public.
2. mengangkut muatan non-IP, tunnels sama dengan sirkuit virtual dimana paket non-IP dapat menjadi muatan untuk dapat diangkut melalui jaringan public seperti internet.
3. fasilitas data shunting, memisahkan paket-paket data. tunneling dapat meneruskan atau shunt seluruh paket langsung menuju ke lokasi spesifik.
4. menyediakan keamanan, beberapa protokol tunneling menyediakan lapisan keamanan tambahan sebagai komponen tetap dari protokol.

Contoh protokol VPN tunneling :
1. IPSEC
    IPSEC didefinisikan secra resmi pertama kali tahun 1995 dengan pengenalan "security architecture for internet protocol" pada request for comments (RFC) 1825. IPSEC menyediakan keutuhan dan kerahasiaan untuk paket IP. sebagai sarana untuk menyediakan layanan tersebut, IPSEC meliputi tiga elemen dasar yang berguna sebagai protokol VPN, yaitu :
Otentikasi, memeriksa bahwa si pengirim data merupakan pengirim itu sendiri bukan orang lain dan data yang dikirim sama dengan data yang diterima.
Enkripsi, mengacak data sehingga tidak dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak memiliki kunci yang tepat.
Penyesuaian kunci, menyesuaikan kunci antara pengirim dan penerima.

2. PPTP
    PPTP (point-to-point tunneling protocol) digunakan untuk memfasilitasi pemindahan data secara aman dari klien ke server perusahaan swasta melalui infrastruktur akses internet sebagai media transportasi umum.

3. L2TP
    L2TP (layer 2 tunneling protocol) merupakan hasil penggabungan dari spesifikasi PPTP dan L2F, dimana dapat mengenkapsulasi PPP Frames dan mengatarkan data ke jaringan bersama (public).

4. GRE
    GRE (Generic routing encapsulation) ditetapkan pada tahun 1994 dan merupakan salah satu dari pelopor protokol tunneling, pada faktanya digunakan sebagai teknik enkapsulasi untuk protokol tunneling lainnya.

Cara kerja VPN (dengan protokol PPTP) :
1.VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagao penghubung antar PC, Server VPN (ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN server atau sebuah router)
2. untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN client mengontak server, VPN server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila berhasil maka VPN server memberikan IP address baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi/tunnel akan terbentuk.
3. selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resources (komputer atau LAN) yang berada dibelakang VPN server misalnya melakukan transfer data, print document, broswing dengan gateway yang diberikan dari VPN server, melakukan remote dekstop dan lain sebagainya.

Note : Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat kerasperangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Virtual Machine
Virtual Machine adalah program yang berguna untuk melakukan simulasi suatu sistem PC lengkap. yang dimaksud "lengkap" disini adalah RAM, hard disk, prosesor, graphics card dan beberapa device lain yang umumnya.

Virtual Machine adalah sebuah mesin yang mempunyai dasar logika yang menggunakan pendekatan lapisan-lapisan (layer) dari sistem komputer. Sehingga sistem komputer dengan tersendiri dibangun atas lapisan-lapisan tersebut, dengan urutan lapisannya mulai dari lapisan terendah sampai lapisan teratas adalah sebagai berikut :
1. perangkat keras (semua bagian fisik komputer)
2. Kernel (program untuk mengontrol disk dan sistem file, multitasking, load-balancing, networking dan security)
3. sistem program (program yang membantu general user)